Biografi Achmad Soebardjo, Menteri Luar Negeri Pertama

Biografi Johannes Abraham Dimara, Sosok Pahlawan Nasional yang Berasal dari Papua


Banyak yang tidak mengenal bahkan tidak tahu bentuk perjuangan yang dilakukan pahlawan-pahlawan yang berasal dari Papua. Salah satu dari bentuk perjuangan tersebut adalah pembebasan tanah Irian Barat dari kekangan penjajah. 


Dulunya, Irian Barat terpisah dari NKRI. Namun, kini Irian Barat telah bebas dan kembali bersatu dengan NIKRI berkat perjuangan pahlawan yang berasal dari tanah Papua. 


Sosok pahlawan yang terlibat dalam pembebasan itu ialah Mayor TNI Johannes Abraham Dimara.


Di tahun 1946, dirinya ikut andil dalam Pengibaran Bendera Merah Putih di Namlea, Pulau Buru. Diketahui saat itu Abraham turut memperjuangkan pengembalian wilayah Irian Barat ke tangan Republik Indonesia.


Berkat keikutsertaannya itu, ia diangkat menjadi ketua OPI (Organisasi Pembebasan Irian Barat) pada tahun 1950. Lalu dia menjadi anggota TNI yang melakukan infiltrasi di tahun 1954. Namun, hal tersebut justru membuatnya tertangkap oleh tentara Belanda, yang kemudian dibuang ke Digul.


6 tahun menjadi tahanan Belanda, ia akhirnya dibebaskan. Dan saat Presiden Soekarno mengumandangkan Trikora di Yogyakarta, ia terpilih menjadi contoh sosok pemuda Papua yang turut serta.


Abraham tidak lupa mengajak seluruh warga yang berada di Irian Barat untuk mendukung secara penuh penyatuan wilayah Irian Barat ke pangkuan NKRI.


Saat diadakan Perjanjian New York pada tahun 1962, ia terpilih menjadi salah satu delegasi bersama Menteri Luar Negeri Indonesia kala itu. Dalam perjanjian itu diesbutkan bahwa pemerintah Kerajaan Belanda harus bersedia menyerahkan wilayah Irian Barat ke tangan pemerintah Republik Indonesia.


Sejak saat itulah, Irian Barat kembali ke bumi pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Johannes yang mengenakan rantai yang terputus pada pawai 17 Agustus di depan istana, mengisyaratkan pembebasan atas Irian Barat.


Kemudian dibuatlah patung pembebasan Irian Barat di lokasi yang hanya berjarak kurang dari 1,5 km dari Instana negara, di Lapangan Banteng.


Biografi Johannes Abraham Dimara

Lahir di Korem, Biak Utara, Papua, 16 April 1916, pemilik nama asli Arabei merupakan putra dari seorang Korano (Kepala Kampung), bernama Willem Dimara. Saat bersama ayahnya, ia dimasukkan ke sekolah dasar kampung kelahiranya, dibawah asuhan Tuan Guru Simon Soselisa.


Menginjak usia 13 tahun, ia diadopsi oleh Elias Mahubesi, sorang anggota polisi Ambon. Dari situlah namanya berganti menjadi Johannes Abraham Dimara.


Setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar, ia kembali melanjutkan studi di sekolah pertanian di Laha. Selanjutnya menempuh pendidikan agama (injil) dari tahun 1935 hingga 1940. Selepas lulus , Johannes bekerja sebagai guru injil di Kecamatan Leksuka, Pulau Baru. Hingga akhirnya ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan, khususnya pembebasan Irian Barat.


Johannes Abraham Dimara dikabarkan tutup usia di umur 84 tahun, tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2000 di Jakarta.


Atas semua jasa-jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia, melalui Keputusan Presiden RI No. 952/TK/Tahun 2010, 8 November 2010. Selain itu, Johannes juga meraih pengharaan berupa:


1. Satyalancana Perang Kemerdekaan Kesatu

2. Satyalancana Peristiwa Perang Kemerdekaan Kedua

3. Satyalancana Satya Dharma

4. Satyalancana Bhakti

5. Satyalancana Gerakan Operasi Militer III

6. Satyalancana Perintis Pergerakan kemerdekaan


Itulah seputar perjuangan dan biografi Johannes Abraham Dimara, pahlawan Nasional yang berasal dari Timur Indonesia. Semoga menambah pengetahuan kamu tentang pahlawan-pahlawan Indonesia.

Komentar