Biografi Achmad Soebardjo, Menteri Luar Negeri Pertama

Biografi dan profil Lengkap Jenderal Gatot Soebroto, Penggagas Berdirinya AKABRI


Jenderal Gatot Soebroto merupakan tokoh perjuangan dari golongan militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia. Beliau merupakan penggagas berdirinya sebuah akademi militer gabungan (AD,AU,AL) untuk membina para perwira muda. Gagasan tersebut menghasilkan berdirinya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada tahun 1965. 


Sejak kecil, Gatot Soebroto telah menunjukan sikap seorang pemimpin. Ia memiliki sifat pemberani, tegas, tanggung jawab dan pantang atas kesewenang-wenangan. Ayah angkat dari seorang pengusaha ternama dan mantan menteri Indonesia pada era Soeharto, Bob Hasan ini, lahir di Banyumas, Jawa Tengah, 10 Oktober 1907. Ia merupakan putra pertama dari auahnya yang bernama Sajid Joedojoewono.


Pendidikan dan Karir Militer

Setelah menamatkan pendidikan dasar di HIS,  Gatot Subroto tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan memilih menjadi pegawai.  Ia memasuki sekolah militer KNIL di Magelang karena Jepang menduduki Indonesia  1923 dan mengikuti pendidikan PETA di Bogor.


Pada 1928, ia memasuki sekolah militer het Koninklijke Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) di Magelang.  Kala itu pemerintah Hindia Belanda membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia berijazah sekolah rendah.


Tiga tahun mengenyam pendidikan, ia bergabung menjadi tentara Koninklijk Nederlands lndische Leger (KNIL) dengan pangkat Sersan Kelas II dan bertugas di Padang Panjang, Sumatera Barat Selama lima tahun.


Sebagai tentara, Gatot Subroto terkenal dikenal sebagai orang yang solider terhadap rakyat kecil meskipun sedang bekerja sebagai tentara kependudukan Belanda dan Jepang.  Gatot dianggap menjadi contoh seorang pemimpin yang layak untuk dicontoh. 


Selama bergabung di KNIL, Gatot telah mempelajari bagaimana harus bertindak sebagai seorang tentara dalam bernegara dan bermasyarakat. 


Di era kemerdekaan, Gatot Subroto memilih masuk Tentara Keamanan Rakyat TKR. Saat itu, TKR dipimpin oleh Kolonel Sudirman, sedangkan Gatot Subroto menjabat sebagai Kepala Siasat dan kemudian menjadi Komandan Divisi. 


Kariernya trus berlanjut hingga akhirnya dipercaya menjadi Panglima Divisi II, Panglima Corps Polisi Militer, dan Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya.


Untuk diketahui, Tentara inti dalam TKR sendiri diambil dari bekas PETA.  TKR bertujuan untuk mengatasi situasi yang tidak aman, akibat datangnya kembali serangan Sekutu ke Indonesia setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. 


Pada tahun 1949 Gatot Subroto diangkat menjadi Panglima Tentara & Teritorium (T&T) IV I Diponegoro. Setelah itu, beliau sempat mengundurkan diri dari dinas militer selama tiga tahun (1949-1953). 


Di tahun 1953 Gatot Subroto diaktifkan kembali sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).


Wafatnya Jenderal Gatot Soebroto

Gatot Soebroto meninggal di Jakarta, 11 Juni 1962 pada umur 54 tahun, Ia dimakamkan di Ungaran, kabupaten Semarang. Gatot Soebroto dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional menurut SK Presiden RI No.222 tanggal 18 Juni 1962.

Komentar