Biografi Achmad Soebardjo, Menteri Luar Negeri Pertama

12 Pahlawan Nasional Asal Sumatera Utara


Kita sama-sama tahu bagaimana bentuk perjuangan para pahlawan yang berada dari Sabang sampai Merauke. Mereka merelakan kehidupannya, berjuang mati-matian untuk menggapai kemerdekaan di Tanah Air.


Berbagai cara dilakukan untuk mengusir para penjajah. Pahlawan-pahlawan tersebut tidak hanya berjuang di medan perang, ada juga pahlawan yang melakukan perjuangan dalam bentuk pendidikan hingga kesetaraan gender.


Semua itu dilakukan semata-mata untuk menciptakan negeri yang damai dan menghapus kebodohan di Negeri Ibu Pertiwi ini. Kita juga tahu, harapan para pahlawan untuk kita penerus bangsa yakni tetap menjaga perdamaian negara, memajukan pendidikan di Indonesia, hingga menaikkan taraf kehidupan warga negara.


Namun, sudah berapa pahlawan yang kamu kenal? Apakah pahlawan dari Sabang sampai Merauke kamu ketahui. Nah, jika masih banyak diantara kamu yang masih sedikit mengetahui seputar pahlawan nasional Indonesia, berikut beberapa nama pahlawan yang berasal dari tanah Sumatera Utara.


1. Sisingamangaraja XII

Pahlawan nasional di Sumatera Utara yang pertama berasal dari tanah Batak, yakni Sisingamangaraja XII. Pahlawan tanah Batak yang lahir di Bakkara, tahun 1849 ini menjadi pahlawan setelah menggantikan sang ayah Sisingamangaraja XI, yang Bernama Ompu Sohahuaon.


Saat kolonial Belanda memasuki tanah Batak dan berusaha melakukan monopoli perdagangan, hingga memicu peperangan, disinilah tampak bentuk perjuangan sang pahlawan. Namun, Belanda yang telah mengetahui kelemahan Sisingamangaraja XII, dengan mudah melumpuhkannya. Ia wafat di Dairi 1907, setelah ditembak Belanda.


2. Adam Malik


Siapa nih anak Siantar? Pasti kamu mengenal sosok pahlawan nasional yang satu ini, yakni Adam Malik. Lahir di Pematang Siantar, 22 Juli 1917, pemilik nama lengkap Adam Malik Batubara ini menjadi pahlawan nasional karena dirinya yang ditugaskan dan aktif menjadi wakil presiden ketiga.


Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi Menteri Indonesia di beberapa departemen pemerintahan, salah satunya ialah Menteri Luar Negeri. Ia juga pernah menjadi orang Indonesia pertama pertama yang terpilih sebagai Ketua Majelis Umum PBB ke-26.


3. TB Simatupang

Pahlawan yang memiliki nama lengkap Tahi Bonar Simatupang ini lahir di Sidikalang, 28 Januari 1920. Ia merupakan pahlawan suku Batak berikutnya, yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP).


Ia menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta, 1 januari 1990. 23 tahun kemudian, dirinya dinobatkan sebagai pahlawan nasional dan gambarnya sempat diabadikan pada uang logam pecahan 500 rupiah, tanggal 16 Desember 2016.


4. Amir Hamzah

Mungkin beberapa diantara kamu tidak pernah mendengar nama pahlawan yang satu ini, yaitu Amir Hamza. FYI, pemilik nama lengkap Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indera Poetera merupakan sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru.


Ia meraih gelar sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975 karena syair-syair yang diciptakannya mengungkapkan rasa cintanya terhadap Indonesia. Sebelumnya Amir Hamza juga pernah dianugerahi Satya Lencana Kebudayaan dan piagam Anugerah Seni.


5. Dr. Ferdinand Lumban Tobing

Pahlawan nasional selanjutnya yang berasal dari tanah Batak adalah Dr. Ferdinand Lumban Tobing. Pahlawan yang lahir di Seibolga, 19 Februari 1899 ini pernah menjabat beberapa posisi penting di pemerintahan, seperti Menteri Penerangan, Menteri Hubungan Antar Daerah, Mentri Transmigrasi, Mentri Kesehatan, bahkan menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.


Diketahui beliau lulusan dari kedokteran STOVIA yang memperjuangkan hak asasi para buruh di Indonesia.Ferdinan Lumban Tobing dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1962.


6. Djamin Ginting

Letjen Djamin Ginting yang lahir di Desa Suka, Tiga Panah, Kabupaten Karo, 12 Januari 1921 merupakan pahlawan kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda di Tanah Karo dan menjadi petinggi TNI yang berhasil menumpah pemberontakan Nainggolan di Medan, April 1958.


Beliau meninggal pada 23 Oktober 1974, di Ottawa, Kanada. 40 tahun setelah kepergiannya, ia dinobatkan pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional, yakni pada tanggal 6 November 2014.


7. Mayjen D.I. Panjaitan

Donald Izacus Pandjaitan atau lebih dikenal dengan D. I. Pandjaitan, merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia, yang lahir di Balige, 19 Juni 1925. Ia menjadi salah satu korban pembantaian pada Gerakan 30 September dan gugur di Lubang Buaya, Jakarta Timur.


Berkat perjuangannya tersebut, pemerintah Indonesia menobatkannya sebagai Pahlawan Nasional Pada 5 Oktober 1965.


8. KH. Zainul Arifin

Pahlawan Nasiaonal yang berasal dari Sumatera Utara berikutnya ialah KH. Zainul Arifin. Lahir di Barus, Tapsel, 2 September 1909, ia aktif sebagai aktivis keagamaan sepanjang hidupnya. Tidak hanya itu, beliau juga pernah menjabat sebagai  Ketua DPR Gotong Royong (DPRGR).


Ia gugur akibat upaya pembunuhan pemberontak DI/TII, yang kala itu tengah Shalat Idul Adha di samping Presiden Soekarno pada 14 Mei 1962. Sebenarnya Presiden Soekarno lah yang menjadi target pembunuhan. Setahun setelah penembakan tersebut, ia menghembuskan nafas terakhirnya dan beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 4 Maret 1963.


9. Kiras Bangun

Kiras Bangun yang lahir di Batu Karang, Kabupaten Karo  pada 1852, dikenal dengan julukan Garamata (bermata merah), adalah pahlawan yang berasal dari Sumatera Utara . Bentuk perjuangan yang dilakukannya dalam penentangan penjajahan Belanda yakni dengan menggalang kekuatan lintas agama di Sumatera Utara dan Aceh.


Sebelum meninggal pada 22 Oktober 1942, diakhir pejuangannya, Kiras dan kedua anaknya dibuang ke Cipinang. Berkat perjuangannya tersebut, pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepadanya pada 9 November 2005.


10. Prof. Drs. Lafran Pane

Lafran Pane adalah anak keenam dari keluarga Sutan Pangurabaan Pane dari istrinya yang pertama. Ia merupakan sosok pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang lahir pada 5 Februari 1922 di Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan Sumatera Utara dan Wafat pada 25 Januari 1991 di Yogyakarta.


Ia dinobatkan sebapai pahlawan nasional pada tahun 2017 lalu karena bentuk perjuangannya yang menentang pergantian ideology negara dari Pancasila menjadi Komunisme.


11. Jenderal Besar AH. Nasution

Pahlawan Nasional asal Sumatera Utara yang selanjutnya ialah Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (AH. Nasution). Ia lahir di Kotanopan, 3 Desember 1918 dan meninggal di Jakarta, 6 September 2000.


Jenderal AH Nasution merupakan salah satu tokoh dalam militer Indonesia yang ahli dalam Perang Gerilya, hingga pernah menyandang sejumlah jabatan penting seperti Panglima ABRI hingga Menteri Pertahanan dan Keamanan.


Beliau termasuk kedalam salah satu target pembunuhan dalam Gerakan 30 September. Pada malam itu, dia berhasil melarikan diri. Namun nahas, putrinya yang bernama Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean justru menjadi korban. Gelar Pahlawan Nasional ditetapkan pada 6 November 2002.


12. Sutan Mohammad Amin Nasution

Pahlawan nasional terakhir yang berasal dari tanah Sumatera Utara adalah Sutan Mohammad Amin Nasution atau yang lebih dikenal dengan nama Krueng Raba Nasution. Lahir di Aceh, 22 Februari 1904 menjadikannya sebagai sosok pengacara serta politikus keturunang Mandailing.


Beliau diangkat menjadi Gubernur pertama di Sumatera Utara dan langsung dihadapkan dengan agresi Belanda yang ingin menguasai tanah Sumut. Dan di tengah kemelut politik dan ekonomi, SM Amin kata Budi, sebagai gubernur mampu menyelesaikan persoalan struktural.


Itulah 12 daftar pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Utara. Nah, sebagai penerus bangsa, jangan pernah sesekali melupakan sejarah.

Komentar