Biografi Abdoel Moeis, Sastrawan Asal Minang

Bung Tomo : Tokoh yang Mengorbankan Semangat Pemuda Melalui Siaran Radio

Bung Tomo merupakan sosok pejuang atau pahlawan yang memiliki andil besar dalam menumpas penjajahan di Surabaya. Ia adalah jagoan yang terkenal karena perannya yang membangkitkan semangat juang rakyat untuk kembali melawan penjajah melalui pidato heroiknya. Latar tempat pembacaan teks pidato yaitu melalui stasiun radio di Surabaya.

Hari Pahlawan menjadi hari diperingatinya peristiwa penting dalam sejarah pergolakan bangsa Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan, terutama saat bertempur di Surabaya pada 10 November 1945. Kala itu, arek-arek Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo melawan tentara Inggris untuk mempertahankan wilayah dan kemerdekaannya.
Bung Tomo membangkitkan semangat para pemuda dengan teks pidatonya yang tegas dan berapi-api. Masyarakat yang sempat takut atau ragu melawan penjajahan menjadi memperoleh motivasi untuk bangkit dari keterpurukan.
Seluruh masyarakat, terutama pemuda pemudi Surabaya yang mendengarkan pidato Bung Tomo seperti mendapatkan suntikan semangat dari kata-katanya yang begitu menggelora. Padahal, lawan yang mereka hadapi di masa itu bukan lawan yang mudah dikalahkan.
Para tentara Inggris dan Belanda merupakan pasukan yang dilengkapi dengan atribut persenjataan yang canggih dan lengkap. Mereka merupakan pasukan yang tidak segan memporak-porandakan dan membumi-hanguskan Surabaya. Namun, berbekal rasa persatuan dan semangat nasionalisme, rakyat Indonesia mampu menyatukan tekad dan harapan untuk menjadi Negara yang merdeka dan lepas dari tangan penjajah.

Latar Tempat pada Teks Pidato Bung Tomo


Dikutip dari buku Bung Tomo oleh Abdul Wahid (2019), sesaat sebelum perang, Bung Tomo menyampaikan pidato yang memiliki pesan yang sangat mendalam bagi arek-arek Surabaya. Ia menyampaikan pidato tersebut dengan penuh semangat, sehingga menggetarkan hati rakyat Indonesia yang mendengarkannya untuk ikut bergerak melawan penjajah. Latar tempat pada teks pidato Bung Tomo yaitu di Surabaya, tepatnya disiarkan di stasiun radio.
Bung Tomo mengajak seluruh elemen masyarakat di Surabaya untuk menyatukan tekad melawan tentara Inggris. Pada pukul 18.00, TKR dan elemen pemuda sepakat untuk melakukan perlawanan. Setelah melakukan diskusi panjang lebar dengan berbagai elemen, Bung Tomo mengusulkan untuk melawan tentara sekuut dan mengajak rakyat untuk berpihak pada perlawanan tersebut.
Pada pukul 23.00, Soerjo mengumumkan bahwa rakyat Surabaya akan melawan para tentara sekutu dan disiarkan melalui radio. Bung Tomo memberikan pidato yang sungguh-sungguh membakar semangat dan rasa nasionalisme untuk mempertahankan tanah air.

Komentar