Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia

Biografi Achmad Soebardjo, Menteri Luar Negeri Pertama


Terbentuk dan berlangsungnya proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak lepas dari peran Achmad Soebardjo, pahlawan nasional yang berasal dari Karawang. Mungkin beberapa diantara kamu belum mengenal sosok pahlawan yang satu ini.


Achmad Soebardjo merupakan kaum tua yang ikut andil saat membujuk Soekarno agar segera mengumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya, sejak masih menjadi seorang mahasiswa ia sudah aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan.


Beberapa organisasi yang diikutinya ialah Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Ia bersama  Mohammad Hatta dan para ahli gerakan-gerakan Indonesia lainnya, terpilih mewakili Indonesia dalam persidangan antarbangsa “Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah" yang pertama di Brussels dan dilanjut di Jerman.


Setelah persidangan tersebut selesai, para rombongan kembali ke tanah air. Kemudian Achmad Soebardjo memilih masuk sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan kemudian Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).


Saat menyusun naskah proklamasi, Achmad Soebardjo bersama Bung Karno dan Bung Hatta saling memberi argumentasi dengan para pemuda. Ia terus berusaha meyakinkan para pemuda agar tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan hingga waktu yang telah disepakati sebelumnya.


Ia juga memberi nyawanya sebagai jaminan bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 11.30 dan meminta Soekarno dan Hatta dikembalikan ke Jakarta.


Dengan jaminan tersebut, Komandan Kompi Peta Rengasdengklok, Cudanco Subeno pun bersedia melepaskan keduanya. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno memerintahkan Sayuti Melik untuk segera mengetik naskah proklamasi.


Nah, itulah bentuk perjuangan salah satu pahlawan nasional Indonesia. Dari pada semakin penasaran dengan sosok Achmad Soebardjo, berikut biografi singkatnya.


Biografi Achmad Soebardjo

Lahir di Teluk Jambe, Karawang, 23 Maret 1896, Achmad Soebardjo merupakan anak dari bangsawan Aceh, Teuku Muhammad Yusuf dan ibunya bernama Wardinah yang merupakan keturunan Jawa-Bugis.


Sang kakek dari ayahnya adalah seorang Ulee Balang dan ulama di wilayah Lueng Putu. Dan ayahnya bekerja sebagai pegawai di pemerintahan yang menjabat sebagai Mantri Polisi di wilayah Teluk Jambe, Karawang.


Awalnya Achmad Soebardjo diberi nama Teuku Abdul Manaf oleh ayahnya. Namun nama itu diganti karena di pernah di penjara di Ponorogo karena peristiwa 3 Juli 1946, yakni percobaan perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh pihak oposisi (kelompok Persatuan Perjuangan) terhadap pemerintahan Kabinet Sjahrir II di Indonesia.


Achmad Soebardjo sendiri pernah menempuh pendidikan di Sekolah Rendah Eropa III (3 e Europeesche Lagere School–ELS) yang letaknya di daerah Kramat, kemudian pindah ke Sekolah Rendah Eropa Pertama B (ELS-B) di Schoolweg dekat daerah Pasar Baru.


Setelah lulus, ia meneruskan studinya di Sekolah Pangeran Hendrik. Selama dua tahun bersekolah disana, akhirnya dia memutuskan untuk mengundurkan diri dan pindah ke Sekolah Raja Willem (KW III) di Salemba dan lulus pada tahun 1917.


Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Leiden, Belanda dan memperoleh ijazah Meester in de Rechten (saat ini setara dengan Sarjana Hukum) di bidang undang-undang pada tahun 1933.


Pahlawan nasional ini menikah dengan wanita bernama Poedji Soebardjo. Dan ia menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru di usia 82 tahun. Kemudian dimakamkan di rumah peristirahatannya di Cipayung, Bogor.


Beliau diberi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2009.


Itulah kisah perjuangan dan biografi singkat Achmad Soebardjo. Semoga dapat menambah pengetahuan kamu seputar pahlawan nasional yang ada di Indonesia.

Komentar