Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia

Profil I Gusti Ketut Pudja, Pahlawan Bali yang Ikut Merumuskan Dasar Negara



Jika kita berbicara mengenai pahlawan asal Bali, nama I Gusti Ngurah Rai adalah orang pertama yang terlintas di benak kita. Namun ada satu lagi pahlawan nasional, I Gusti Ketut Pudja, yang berjasa tak kalah besarnya. 

Sebagai bentuk penghormatan, wajahnya sengaja disematkan pada uang logam baru pecahan 1.000 rupiah oleh pemerintah.

Meskipun I Gusti Ketut Pudja bukanlah pahlawan nasional yang berperang melawan Belanda seperti I Gusti Ngurah Rai, tetapi pahlawan kelahiran Singaraja 19 Mei 1908 ini memiliki peran yang sama pentingnya pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan.

Semasa hidupnya, ia sempat terlibat dalam pembentukan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Di PPKI, ia mewakili Sunda Kecil, yang sekarang dikenal dengan nama Bali dan Nusa Tenggara. Tak hanya itu, Ketut Pudja juga hadir dalam penyusunan proklamasi di kediaman Laksamana Maeda. Ia kemudian diangkat sebagai gubernur Sunda Kecil pertama oleh Soekarno.

Kehidupan


Pada tahun 1934 Ketut Pudja lulus dari Rechtshoogeschool atau sekolah tinggi bidang hukum di Batavia. Setahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1935, ia mulai bekerja di kantor-kantor penduduk Bali dan Lombok. 

Setahun kemudian, dia ditempatkan di Raad Van Kerta (pengadilan) di Bali. Perannya dalam politik nasional dimulai pada tanggal 7 Agustus 1945, saat tentara Jepang mendirikan PPKI. Saat itu, Presiden Soekarno mengangkatnya menjadi anggota PPKI mewakili Sunda Kecil.

Perannya dalam Sejarah Kemerdekaan


Pahlawan yang meninggal di Jakarta pada 4 Mei 1977 itu adalah salah satu tokoh yang turut berperan dalam perumusan dasar negara. 

Ia tidak hanya terlibat langsung dalam perumusan konstitusi negara. Pada saat yang sama, Mr. Pudja juga berperan besar dalam pembuatan deklarasi yang dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Ia adalah salah satu orang yang terlibat langsung dalam penyusunan proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

Gubernur Provinsi Sunda Kecil Pertama dan Terakhir


Kehadiran pahlawan nasional Gusti Ketut Pudja juga menandakan keberadaan provinsi Sunda Kecil di Indonesia. Provinsi ini sengaja dibentuk oleh Presiden Soekarno dari tanggal 19 Agustus 1945 sampai tahun 1958. Provinsi ini kemudian terbagi menjadi tiga provinsi lagi yaitu Bali, NTB dan NTT.

Kehadirannya di PPKI juga tak lepas dari keberadaan Sunda Kecil. Hal ini terjadi karena I Gusti Ketut Pudja adalah tokoh yang diangkat menjadi gubernur negara bagian Sunda Kecil oleh Presiden Soekarno. 

Ketika diangkat, Pudja tidak diangkat menjadi gubernur, melainkan sebagai wakil pemimpin besar bangsa Indonesia sunda kecil.

Ditunjuknya Pudja sebagai gubernur yang membuktikan kepercayaan yang besar dari Presiden Soekarno padanya. Selain itu, ia mengemban tugas besar untuk melakukan sosialisasi terkait kemerdekaan Indonesia di berbagai pelosok Sunda Kecil. 

Dia juga melakukan upaya untuk melucuti senjata tentara Jepang. Kebijakan ini kemudian berujung pada penangkapannya oleh Jepang. Setelah meninggalkan jabatan gubernur Sunda Kecil, I Gusti Ketut Pudja masih mengabdi kepada negara. Dia adalah salah satu pejabat yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri. Beliau menjabat sebagai Ketua BPK hingga pensiun pada tahun 1968.

Sebagai jasa atas usahanya di masa lalu, Museum Sunda Kecil didirikan dan menjadi salah satu eksistensi I Gusti Ketut Pudja. Museum ini dibuka secara umum dan wisatawan dapat melihat berbagai barang-barang pribadi Mr. Pudja.


Komentar