Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia

Malahayati, Laksamana Laut Wanita Pertama dari Kesultanan Aceh


Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada mendiang Laksamana Malahayati. Malahayati mendapat gelar pahlawan ini sejak tahun 2017 silam. Dia adalah salah satu pejuang dari Kesultanan Aceh. 

Menurut berbagai catatan, Malahayati adalah laksamana wanita pertama di dunia. Ia adalah seorang panglima militer Kerajaan Aceh yang terkenal dengan keberaniannya melawan armada Belanda dan Portugis pada abad ke-16. 

Keberanian dan daya juang Malahayati tak lepas dari silsilah keluarganya yang merupakan bangsawan Aceh.

Nama kakeknya adalah Laksamana Muhammad Saeed Syah, putra Sultan Salahuddin Syah, yang memerintah Kesultanan Aceh dari tahun 1530 hingga 1539. Sementara itu, ayahnya, Mahmoud Shah, juga seorang laksamana angkatan laut. Tak heran, Malahayati mewarisi semangat juang dan kecintaannya pada angkatan laut.

Meskipun Malahayati adalah seorang wanita, namun sejak dini ia ingin menjadi pelaut atau laksamana pemberani seperti ayah dan kakeknya. Saat ia mulai tumbuh dewasa, ia diberi kebebasan untuk pergi ke sekolah. Ia pun memilih untuk mendaftar di akademi militer Kesultanan yang bernama Mahad Baitul Makdis. Akademi ini terdiri dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut.


Di akademi Malahayati keterampilan militer diasah. Di sana ia belajar banyak dari gurunya, seorang perwira dari Turki. Saat itu Aceh Darussalam sedang menerima bantuan dari Kesultanan Utsmaniyah.

Bahkan, di sana dia juga berhubungan dengan seorang perwira senior yang kemudian menjadi suaminya. 

Namun, nasib sial datang ketika suami Malahayati tewas dalam pertempuran dengan tentara Portugis. Mengetahui suaminya meninggal, Malahayati pun berjanji akan membalas dendam dan melanjutkan perjuangan suaminya.

Malahayati kemudian meminta Sultan Al Makammil untuk mengumpulkan armada Aceh yang tentaranya hanya terdiri dari wanita janda yang kehilangan suami dalam perang.

Para prajuritnya yang terdiri dari janda yang suaminya tewas pun ikut dalam pertempuran. Cornelis de Houtman, penjelajah Belanda pertama yang mencapai Indonesia, adalah salah satu orang yang tahu bagaimana rasanya dikalahkan oleh pasukan Malahayati. 


Ketika pasukan Cornelis de Houtman berusaha untuk mengacaukan Aceh pada tahun 1599, mereka justru kalah dan hancur dari pasukan Malahayati. Tak hanya Belanda, tentara Portugis pun sempat merasakan kehebatan tentara Laksamana Malahayati. 

Namun, pertempuran Laksamana Malahayati harus berhenti sekitar tahun 1606. Ia tewas melawan pasukan Portugis di perairan Selat Malaka. Jenazahnya dimakamkan di lereng Gunung Lamkuta di Banda Aceh. Lama terlupakan, Malahayati kini resmi diabadikan sebagai pahlawan nasional. Eksploitasinya dianggap unggul dalam pertempuran di Aceh, bagian dari sejarah panjang Indonesia.


Komentar